BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan berbasis luas (WAN) merupakan teori yang membahas dasar-dasar mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan berbasis luas. istilah umum untuk peralatan Wireless LAN, yang juga dikenal dengan WLAN, biasanya peralatan WiFi (Wireless Fidelity) Mendiagnosa permasalahan yang terjadi pada jaringan berbasis luas atau wireless dilakukan untuk mengetahui bagian-bagian perangkat hardware/software yang kemungkinan mengalami kerusakan atau gangguan.
B. Rumusan Masalah
1.Perangakat apa saja yang dibutuhkan untuk membangun WAN ?
2 Apa standar Wifi LAN ?
3 Apa saja dasar - dasar Routing ?
4 Apa saja yang termasuk Tehnik Media WAN ?
5 Bagaimana bentuk topologi WAN ?
6 Bagaimana sistem instalasi WAN ?
7 Apa saja macam - macam antenna ?
C. Tujuan
1. Untuk mendiskripsikan Perangkat WAN.
2. Untuk mendiskripsikan Standar WIFI
3. Untuk mendiskripsikan Dasar Routing
4. Untuk mendiskripsikan Tehnik Media WAN
5. Untuk memberi gambar topologi WAN
6. Untuk mendiskripsikan Sistem instalasi WAN
7. Untuk Menyebutkan Macam Macam Antena
BAB II
PEMBAHASAN
1. PERANGKAT WAN
A) Antena Grid 2,4/Omni 19dbi
Fungsinya adalah dimana antenna ini adalah menerima dan mengirim signal data dengan sisitem gelombang radio 2,4 Mhz.Dimana data tersebut bisa dalam bentuk intranet atau internet.
B) Radio outdoor/indoor
Berfungsi menghubungkan proses input/output frekuensi 2,4 MhZ ke Ethernet Card (Eth0) atau komputer.
C) HUB/switch
Hub/switch berfungsi sebagai terminal atau pembagi sinyal data bagi kartu jaringan (Network Card).
D) Wire Less Router
Bisa juga berfungsi menjadi switch hub dan sebagai radio indoor dimana menghubungkan frekuensi 2,4 Mhz ke PC ( Personal computer).
E) Kabel dan Konektor
Kabel dan konektor berfungsi sebagai media penghubung antara komputer client dengan komputer client yang lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk jaringan.
2. STANDAR WIFI LAN
Tinjauan infrastruktur wireless internet WiFi (Wireless Fidelity) pada dasarnya adalah istilah generic untuk peralatan wireless LAN, atau dikenal jga sebagai WLAN. Daya jangkauan berkisar antara 100m – 8 km tergantung peralatan yang dipakai dan antena yang digunakan. Biasanya internet wireless bekerja pada protocol standar IEEE 802.11x.x antara lain:
- IEEE 802.11 pada frekuensi 2,4GHz dengan kecepatan transfer 2Mbps
- IEEE 802.11a pada frekuensi 5GHz dengan kecepatan transfer 54Mbps
- IEEE 802.11a 2X pada frekuensi 5GHz dengan kecepatan transfer 108Mbps
- IEEE 802.11b pada frekuensi 2,4GHz dengan kecepatan transfer 11Mbps
- IEEE 802.11b+ pada frekuensi 2,4GHz dengan kecepatan transfer 22Mbps
- IEEE 802.11g pada frekuensi 2,4GHz dengan kecepatan transfer 54Mbps
- IEEE 802.11n pada frekuensi 2,4GHz dengan kecepatan transfer 120Mbps
Internet wireless digunakan untuk mem-bypass akses internet menggunakan telepon yang mahal dan lambat. Internet wireless mudah diimplementasikan. Murah biaya jangka panjangnya dibandingkan harus bergantung pada infrastruktur kabel yang digunakan telkom. Internet wireless menggunakan WiFi, yang pada dasarnya wireless LAN karena itu dia akan bekerja pada kecepatan tinggi 1-11 MBps, jika standar IEEE 802,11b yang digunakan. Oleh karena IEEE 802.11b merupakan standar yang terbuka, peralatan WiFi dapat dengan mudah diperoleh di pasaran.
3. DASAR-DASAR ROUTING
Routing IP adalah proses memindahkan paket dari satu network ke network yanglain menggunakan router-router. Sebuah routing protocol digunakan oleh router untuk secara dinamis menemukan semua network di sebuah internetwork, dan memastikan bahwa semua router memiliki routing table yang sama. Pada dasarnya, sebuah routing protocol menentukan jalur (path) yang dilalui oleh sebuah paket melalui sebuah network. Setelah semua router mengetahui tentang semua network,sebuah routed protocol dapat digunakan untuk mengirimkan data user (paket) melalui jaringan yang sudah ada. Routed protocol ditugaskan ke sebuah interface dan menentukan metode pengiriman paket. Contoh dari routed protocol adalah IP dan IPX.
Istilah routing digunakan untuk proses pengambilan sebuah paket dari sebuah alat dan mengirimkannya melalui network kea lat lain disebuah network yang berbeda. Router tidak peduli atau tidak memperhatikan tentang host—mereka hanya memperhatikan tentang network dan jalur terbaik ke setiap network.
Jika network anda tidak memiliki router,maka jelas anda tidak melakukan routing. Router melakukan routing lalu-lintas data ke semua network di internetwork anda. Agar anda biasa melakukan routing paket,sebuah router harus mengetahui, paling sedikit, hal-hal berikut ini :
1. Alamat tujuan
2. Router-router tetangga dari mana sebuah router bisa mempelajari tentang network remote.
3. Route yang mungkin ke semua network remote
4. Route terbaik untuk setiap network remote.
5. Bagaimana menjaga dan memverifikasi informasi routing.
Router mempelajari tentang network-network remote dari router-router tetangga atau dari seorang administrator. Router kemudian akan membuat sebuah routing table yang menggambarkan bagaimana menemukan network-network remote. Jika sebuah nerwork terhubung secara langsung, maka router sudah tahu bagaimana menghubungi network itu.
Jika sebuah network tidak terhubung secara langsung, router harus mempelajari bagaimana cara mencapai network remote tersebut dengan dua cara : mengguanakan routing statis,yang berarti seseorang harus mengetikan dengan tangan tentang semua lokasi network ke routing table,atau melalui apa yang disebut routing dinamis.
Pada routing dinamis, sebuah protocol pada satu router berkomunikasi dengan protocol yang sama yang bekerja di router tetangga. Router kemudian akan saling melakuakan update tentang semua network yang mereka ketahui dan menempatkan informasi tersebut ke routing table. Jika suatu perubahan terjadi di network,maka protocol routing dinamis secara otomatis akan memberitahukan semua router tentang apa yang terjadi.
Jika routing statis digunakan,maka seorang administrator bertanggung jawab untuk melakuakan update semua perubahan tersebut,secara manual ke semua router. Biasanya, pada sebuah network yang besar,digunakan kombinasi dari routing dinamis dan routing statis.
Proses Routing IP
Proses routing IP sebenarnya cukup sederhana dan tidak berubah terhadap ukuran network yang anda miliki. Sebagai contoh, kita akan menggunakan gambar berikut untuk menjelaskan langkah demi langkah tentang apa yang terjadi jika host A ingin berkomunikasi dengan host B di sebuah network yang berbeda.
Host A -------------------- Lab A ------------------------ Host B
(172.16.10.1) (172.16.20.1)
(172.16.10.2) (172.16.20.2)
Pada contoh ini, seorang user di Host A melakukan ping ke alamat IP Host B. Routing tidak lebih sederhana dari ini, tetapi masih sendiri dari banyak langkah. Mari kita membahas langkah-langkah tersebut.
Internet Control Message Protocol (ICMP) menciptakan sebuah payload (data) pemintaan echo (di mana isinya hanya abjad di field data). ICMP menyerahkan payload tersebut ke Internet Protocol (IP), yang lalu menciptakansebuah paket. Paling sedikit, paket ini berisi sebuah alamat asal IP, sebuah alamat tujuan IP, dan sebuah field protocol dengan nilai 01h (ingat bahwa Cisco suka menggunakan 0x di depan karakter heksadesimal , jadi di router mungkin terlihat seperti 0x01). Semua itu memberitahukan kepada host penerima tentang kepada siapa host penerima harus menyerahkan payload ketika network tujuan telah dicapai – pada contoh ini host menyerahkan payload kepada protocol ICMP.
Setelah paket dibuat, IP akan menentukan apakah alamat IP tujuan ada di network local atau network remote.
Karena IP menentukan bahwa ini adalah permintaan untuk network remote, maka paket perlu dikirimkan ke default gateway agar paket dapat di route ke network remote. Registry di Windows dibaca untuk mencari default gateway yang telah di konfigurasi.
Default gateway dari host 172.16.10.2 (Host A) dikonfigurasi ke 172.16.10.1. Untuk dapat mengirimkan paket ini ke default gateway, harus diketahui dulu alamat hardware dari interface Ethernet 0 dari router (yang dikonfigurasi dengan alamat IP 172.16.10.1 tersebut) Mengapa demikian? Agar paket dapat diserahkan ke layer data link,lalu dienkapsulasi menjadi frame, dan dikirimkan ke interface router yang terhubung ke network 172.16.10.0. Host berkomunikasi hanya dengan alamat hardware pada LAN local. Penting untuk memahami bahwa Host A, agar dapat berkomunikasi dengan Host B, harus mengirimkan paket ke alamat MAC (alamat hardware) dari default gateway di network local.
Setelah itu, cache ARP dicek untuk melihat apakah alamat IP dari default gateway sudah pernah di resolved (diterjemahkan) ke sebuah alamat hardware.
Jika sudah, paket akan diserahkan ke layer data link untuk dijadikan frame (alamat hardaware dari host tujuan diserahkan bersama tersebut).
Jika alamat hardware tidak tersedia di cache ARP dari host, sebuah broadcast ARP akan dikirimkan ke network local untuk mencari alamat hardware dari 172.16.10.1. Router melakukan respon pada permintaan tersebut dan menyerahkan alamat hardware dari Ethernet 0, dan host akan menyimpan (cache) alamat ini. Router juga akan melakukan cache alamat hardware dari host A di cache ARP nya.
Setelah paket dan alamat hardware tujuan diserahkan ke layer data link, maka driver LAN akan digunakan untuk menyediakan akses media melalui jenis LAN yang digunakan (pada contoh ini adalah Ethernet). Sebuah frame dibuat, dienkapsulasi dengan informasi pengendali. Di dalam frame ini alamat hardware dari host asal dan tujuan, dalam kasus ini juga ditambah dengan field EtherType yang menggambarkan protocol layer network apa yang menyerahkan paket tersebut ke layer data link- dalam kasus ini, protocol itu adalah IP. Pada akhir dari frame itu terdapat sebuah field bernama Frame Check Sequence (FCS) yang menjadi tempat penyimpanan dari hasil perhitungan Cyclic Redundancy Check (CRC).
Setelah frame selesai dibuat, frame tersebut diserahkan ke layer Physical untuk ditempatkan di media fisik ( pada contoh ini adalah kabel twisted-pair )dalam bentuk bit-bit, yang dikirim saru per satu.
Semua alat di collision domain menerima bit-bit ini dan membuat frame dari bit-bit ini. Mereka masing-masing melakukan CRC dan mengecek jawaban di field FCS. Jika jawabannya tidak cocok, frame akan dibuang.
Jika CRC cocok, maka alamat hardware tujuan akan di cek untuk melihat apakah alamat tersebut cocok juga (pada contoh ini, dicek apakah cocok dengan interface Ethernet 0 dari router).
Jika alamat hardware cocok, maka field Ether-Type dicek untuk mencari protocol yang digunakan di layer Network.
Paket ditarik dari frame, dan apa yang tertinggal di frame akan dibuang. Paket lalu diserahkan ke protocol yang tercatat di field Ether-Type—pada contoh ini adalah IP.
IP menerima paket dan mengecek alamat tujuan IP.
Karena alamat tujuan dari paket tidak sesuai dengan semua alamat yang dikonfigurasi di router penerima itu sendiri, maka router penerima akan melihat pada alamat IP network tujuan di routing tablenya.
Routing table harus memiliki sebuah entri di network 172.16.20.0, jika tidak paket akan dibuang dengan segera dan sebuah pesan ICMP akan dikirimkan kembali ke alamat pengirim dengan sebuah pesan “destination network unreachable” (network tujuan tidak tercapai).
Jika router menemukan sebuah entri untuk network tujuan di tabelnya, paket akan dialihkan ke interface keluar (exit interface)—pada contoh, interface keluar ini adalah interface Ethernet 1.
Router akan melakuakan pengalihan paket ke buffer Ethernet 1.
Buffer Ethernet 1 perlu mengetahui alamat hardware dari host tujuan dan pertama kali ia akan mengecek cache ARP-nya.
Jika alamat hardware dari Host B sudah ditemukan, paket dan alamat hardware tersebut akan diserahkan ke layer data link untuk dibuat menjadi frame.
Jika alamat hardware tidak pernah diterjemahkan atau di resolved oleh ARP (sehingga tidak dicatat di cache ARP), router akan mengirimkan sebuah permintaan ARP keluar dari interface E1 untuk alamat hardware 172.16.20.2.
Host B melakukan respon dengan alamat hardwarenya, dan paket beserta alamat hardware tujuan akan dikirimkan ke layer data link untuk dijadikan frame.
Layer data link membuat sebuah frame dengan alamat hardware tujuan dan asal , field Ether-Type, dan field FCS di akhir dari frame. Frame diserahkan ke layer Physical untuk dikirimkan keluar pada medium fisik dalam bentuk bit yang dikirimkan satu per satu.
Host B menerima frame dan segera melakuakan CRC. Jika hasil CRC sesuai dengan apa yang ada di field FCS, maka alamat hardware tujuan akan dicek. Jika alamat host juga cocok, field Ether-Type akan di cek untuk menentukan protocol yang akan diserahi paket tersebut di layer Network. Pada contoh ini, protocol tersebut adalah IP.
3 TEHNIK MEDIA WAN
Teknologi yang dipakai dalam WLAN adalah spread spectrum. Spread spectrum dalam telekomunikasi adalah salah satu teknik modulasi dimana nyal ditransimisikan dalam bandwidth (lebar pita frekuensi) yang jauh lebih lebar dari frekuensi sinyal awal informasi.
Teknologi spread spectrum dibagi menjadi 2 yaitu frequency-hopping spread spectrum (FHSS) dan direct-sequence spread spectrum (DSSS).
Meskipun keduanya mempunyai kelebihan dan kelemahan tetapi DSSS lebih bayak digunakan ksususnya dalam, implementasi WLAN.
Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS)
DSSS adalah suatu metode untuk mengirimkan data dimana sistem pengirim dan penerima keduanya berada pada set frekuensi yang lebarnya adalah 22 MHz.
Direct sequence spread spectrum merupakan jenis spread spectrum yang paling luas dikenal dan paling banyak digunakan. Karena sistem ini dikenal paling mudah implementasinya dan memiliki data rate yang tinggi.
Saluran yang lebar dalam DSSS memungkinkan piranti untuk memancarkan lebih banyak informasi pada data rate yang lebih tinggi dibanding FHSS system yang ada sekarang.
Sehingga sebagian besar peralatan atau piranti LANnirkabel yang ada di pasaran sekarang ini menggunakan teknologi DSSS.
Cara Kerja DSSS
DSSS menggabungkan sinyal data pada stasiun pengirim dengan suatu data rate bit sequence yang lebih tinggi, yang dikenal sebagai chipping code atau processing gain.
chipping code adalah proses pengiriman data menggunakan teknologi ini melibatkan serangkaian kode penyebaran. Processing gain adalah rasio yang tersebar (atau RF) bandwidth ke unspread (atau baseband) bandwidth. Processing gain yang tinggi meningkatkan tahanan sinyal terhadap interferensi.
Kelompok kerja 802.11 IEEE telah menetapkan persyaratan processing gain minimum sebesar 11. Proses direct sequence dimulai dengan suatu carrier yang dimodulasi dengan suatu code sequence.
Jumlah “chips” dalam code tersebut akan menentukan seberapa besar penyebaran (spreading) terjadi, dan jumlah chip per bit dan laju code (dalam chip per detik) akan menentukan data rate.
Direct Sequence System
Pada 2.4 GHz ISM band, IEEE menetapkan penggunaan DSSS pada data rate 1 atau 2 Mbps menurut standar 802.11. Menurut standar 802.11b yang kadang-kadang disebut high-rate wireless ditetapkan data rate sebesar 5.5 dan 11 Mbps. Piranti IEEE 802.11b yang bekerja pada 5.5 atau 11 Mbps mampu berkomunikasi dengan piranti-piranti 802.11 yang bekerja pada 1 atau 2 Mbps karena standar 802.11b menyediakan backward compatibility.
Sehingga User yang menggunakan piranti-piranti 802.11 tidak perlu mengupgrade keseluruhan piranti LAN nirkabel mereka untuk dapat menggunakan piranti-piranti 802.11b pada jaringan mereka.
Standar IEEE 802.11g menetapkan sistem direct sequence yang bekerja pada 2.4 GHz ISM band yang dapat mengirimkan data hingga mencapai data rate sebesar 54 Mbps.
Pertama yang memiliki backward compatibility dengan piranti 802.11 dan 802.11b.
Saluran
Direct sequence system menggunakan suatu definisi saluran yang lebih konvensional dari FHSS. Tiap saluran merupakan suatu band frequensi yang bersebelahan yang lebarnya 22 MHz, dan frekuensi pembawa 1 MHz digunakan dengan FHSS. Saluran 1, misalnya, bekerja dari frekuensi 2,401 GHz sampai 2,432 GHz (2,412 GHz ± 11 MHz); saluran 2 bekerja dari 2,406 sampai 2,429 GHz (2.417 ± 11 MHz), dan seterusnya.
Line Of Sight
LOS (Line of Sight) itu 'pandangan' yang tak terhalang dari CPE ke BTS. Maksud dari 'tak terhalang' ini berbeda dengan pandangan manusia. Kalau manusia bisa melihat sesuatu walau melalui lubang kecil itu artinya sudah LOS. Kalau Wireless CPE itu dianggap bisa melihat kalau ada ruang/jendela (biasa dikenal sebagai ruang Fresnel, http://en.wikipedia.org/wiki/Fresnel_zon… ) yang cukup besar untuk melihat. Semakin jauh jarak CPE ke BTS, semakin besar 'jendela' yang dibutuhkan.
Teknologi yang membutuhkan LOS berarti memang membutuhkan arah pandang yang tidak ada gangguan sama sekali antara CPE dan 0BTS.
Selain LOS, ada juga NLOS. NLOS disini bisa ada dua arti, yaitu Near-LOS dan Non-LOS.
Near LOS itu pandangan yang agak terhalang. Bisa jadi karena 'jendela' diatas tadi kurang cukup besar, misalnya terjepit gedung, atau terkena pohon, dlsb. Teknologi yang Near LOS itu artinya hubungan antara CPE dan BTS masih bisa sedikit dihalangi karena teknik transfer sinyal yang lebih baik.
Non-LOS itu artinya tidak ada pandangan sama sekali. Tapi ini bukan berarti CPE tidak bisa bicara dengan BTS sama sekali. Teknologi yang bisa Non-LOS artinya CPE bisa menggunakan teknik sinyal pantulan atau sebaran di atmosfir untuk mencapai BTS yang tidak tampak.
Biasanya, perangkat LOS bisa mencapai jarak lebih jauh daripada NLOS dengan kekuatan power listrik/radio yang sama. Dengan kata lain, untuk jarak yang sama, LOS menggunakan power listrik/radio yang lebih kecil daripada NLOS.
3. TOPOLOGI JARINGAN WAN-
4 AD HOC
Ad hoc adalah jaringan wireless multihop yang terdiri dari kumpulan mobile node (mobile station) yang bersifat dinamik dan spontan, dapat diaplikasikan di mana pun tanpa menggunakan jaringan infrastruktur (seluler ataupun PSTN) yang telah ada. Terdapat 4 macam pengaplikasian Ad-Hoc :
• Operasi militer, seperti yang telah diuji cobakan kawasan pertempuran di Sudan, Dengan jaringan ad hoc, mempermudah untuk akses informasi antar personil militer.
• Sisi komersil, jaringan ad hoc dapat digunakan pada situasi emergency atau upaya penyelamatan (rescue operation), seperti banjir atau gempa bumi dan entertainment seperti acara live music, sehingga diperlukan jaringan komunikasi bersifat sementara.
• Menggunakan notebook untuk menyebarkan dan berbagi informasi di antara user.
• Personal Area Network, untuk jarak pendek (short distance) lebih kurang 10 M, MANET (Mobile Ad hoc Network) secara mudah berkomunikasi antar bermacam peralatan (seperti PDA, laptop dan telepon seluler) dengan laju data yang rendah.
Langkah – Langka membuat jaringan Ad-Hoc
• Pastikan Laptop dan PC yang anda gunakan terdapat fasilitas Wireless.
• Aktifkan wireless pada Laptop / PC anda.
• Klik kanan pada network manager, lalu pilih edit conection.
• Pilih tab wireless lalu klik edit.
• Berikan nama SSID (disini saya meberikan nama prambanan)
• Pilih Mode Ad-Hoc.
• Pilih Methode Manual
• Lalu isikan addres untuk PC / laptop A : 192.168.0.1, netmask 24 dan gateway 192.168.0.1 sedangkan untuk PC /laptop B 192.168.0.2, netmask 24 dan gateway 192.168.0.1
• Lalu klik Apply
• Pada Network Manager pilih menu Connect to Hidden wireless Network.
• Maka akan mucul jendela seperti ini.
• Pilih connection sesuai dengan profile yang telah kita buat sebelumnya.
• Hingga muncul notifikasi ‘connection establish’
5.JARINGAN HYBRID (Wired Network dan Wireless Network)
Jaringan Hybrid adalah menghubungkan antara jaringan wired dan jaringan wireless menggunakan akses point. Untuk menghubungkan jaringan kabel dengan jaringan wireless hubungkan switch dengan port LAN pada akses point.
Gambar Topologi jaringan Hybrid
Pada topologi di atas akses point juga terhubung ke internet melalui komputer 6
(komputer 6 ini dimisalkan sebagai komputer gateway yang ada di ISP dan terhubung
langsung dengan internet), sedangkan alamat IP Address 10.122.69.1 dimisalkan sebagai
alamat yang diberikan oleh ISP kepada kita.
Langkah-Langkah Percobaan :
1. Hubungkan komputer 6 pada port WAN Akses point dengan menggunakan kabel
UTP konfigurasi straight.2.
2. Setting IP Address pada komputer 6 dengan 10.122.69.254 dan subnet mask
255.255.255.0 (caranya sama dengan praktikum A).
3. Dari jaringan yang telah dibentuk dari percobaan A hubungkan switch ke port
LAN akses point dengan cara menghubungkan kabel UTP konfigurasi straight
pada salah satu port pada switch menuju port LAN akses point.
4. Tambahkan default gateway pada komputer 1,2 dan 3 dengan IP Address
192.168.1.1 kemudian;
Gambar Menambahkan Default gateway pada komputer 1,2,dan 3
5. Setting IP address LAN pada wireless Access Point dengan IP 192.168.1.1 dan IP
address WAN dengan 10.122.69.1 dengan subnet mask 255.255.255.0 :
- Pada komputer yang terhubung dengan switch (bisa dari komputer 1,2,3)
lakukan setting akses point melalului web browser (bisa menggunakan
internet explorer, mozilla firefox atau lainnya) dengan mengetikkan
http://192.168.1.1 pada Address bar browser, 192.168.1.1 merupakan alamat default dari Akses point.
Gambar Setting akses point melalui web browser
6. MACAM MACAM ANTENA
Antena merupakan alat untuk mentransformasikan sinyal radio yang merambat pada sebuah konduktor menjadi gelombang elektromagnetik yang merambat diudara. Antena memiliki sifat resonansi, sehingga antena akan beroperasi pada daerah tertentu. Ada beberapa tipe antena yang dapat mendukung implementasi WLAN, yaitu :
• Antena omnidirectional
Yaitu jenis antena yang memiliki pola pancaran sinyal kesegala arah dengan daya yang sama. Untuk menghasilkan cakupan area yang luas, gain dari antena omni directional harus memfokuskan dayanya secara horizontal (mendatar), dengan mengabaikan pola pemancaran ke atas dan kebawah, sehingga antena dapat diletakkan ditengah-tengah base station. Dengan demikian keuntungan dari antena jenis ini adalah dapat melayani jumlah pengguna yang lebih banyak. Namun, kesulitannya adalah pada pengalokasian frekuensi untuk setiap sel agar tidak terjadi interferensi
Gambar : Jangkauan area Antena omnidirectional
• Antena directional
Yaitu antena yang mempunyai pola pemancaran sinyal dengan satu arah tertentu. Antena ini idealnya digunakan sebagai penghubung antar gedung atau untuk daerah yang mempunyai konfigurasi cakupan area yang kecil seperti pada lorong-lorong yang panjang.
4.
Gambar : jangkauan antena directional
Antena dibedakan dari sudut pancarnya, antena directional memiliki sudut pancar 360o (segala arah), antenna sectoral memiliki sudut pancar 90o atau 180o sedangkan antena Directional hanya memiliki sudut pancar <15o (satu arah).
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1. Perangkat yang digunakan untuk membangun jaringan WAN yaitu:
• Antena Grid 2,4/Omni 19dbi
• Radio outdoor/indoor
• HUB/switch
• Wire Less Router
• Kabel dan Konektor
2. Standar WIFI LAN
Biasanya internet wireless bekerja pada protocol standar IEEE 802.11x.x antara lain:
- IEEE 802.11 pada frekuensi 2,4GHz dengan kecepatan transfer 2Mbps
- IEEE 802.11a pada frekuensi 5GHz dengan kecepatan transfer 54Mbps
- IEEE 802.11a 2X pada frekuensi 5GHz dengan kecepatan transfer 108Mbps
- IEEE 802.11b pada frekuensi 2,4GHz dengan kecepatan transfer 11Mbps
- IEEE 802.11b+ pada frekuensi 2,4GHz dengan kecepatan transfer 22Mbps
- IEEE 802.11g pada frekuensi 2,4GHz dengan kecepatan transfer 54Mbps
- IEEE 802.11n pada frekuensi 2,4GHz dengan kecepatan transfer 120Mbps
3. Hal yang perlu diperhatikan dalam routing yaitu :
a. Alamat tujuan
b. . Router-router tetangga dari mana sebuah router bisa mempelajari tentang network remote.
c. Route yang mungkin ke semua network remote
d. Route terbaik untuk setiap network remote.
e. Bagaimana menjaga dan memverifikasi informasi routing.
4. Teknologi spread spectrum dibagi menjadi 2 yaitu frequency-hopping spread spectrum (FHSS) dan direct-sequence spread spectrum (DSSS).
5. Bentuk topologi WAN yaitu :
6. Langkah – Langka membuat jaringan Ad-Hoc
• Pastikan Laptop dan PC yang anda gunakan terdapat fasilitas Wireless.
• Aktifkan wireless pada Laptop / PC anda.
• Klik kanan pada network manager, lalu pilih edit conection.
• Pilih tab wireless lalu klik edit.
• Berikan nama SSID (disini saya meberikan nama prambanan)
• Pilih Mode Ad-Hoc.
• Pilih Methode Manual
• Lalu isikan addres untuk PC / laptop A : 192.168.0.1, netmask 24 dan gateway 192.168.0.1 sedangkan untuk PC /laptop B 192.168.0.2, netmask 24 dan gateway 192.168.0.1
• Lalu klik Apply
• Pada Network Manager pilih menu Connect to Hidden wireless Network
• Maka akan mucul jendela seperti ini.
• Pilih connection sesuai dengan profile yang telah kita buat sebelumnya.
B. Kritik dan Saran
Kami dari kelompok 7 berharap dengan adanya makalah Menginstalasi Perangkat Jaringan WAN ini, dapat mengembangkan potensi siswa guna mencapai, menguasai materi pembelajaran tentang jaringan WAN sehingga dapat melakukan instalasi WAN dengan baik. Jika ada kesalahan dalam pembuatan makalah Menginstalasi Perangkat Jaringan WAN ini, kami dari kelompok 5 minta maaf karena masih dalam proses pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/2977738/5-WIDE-AREA-NETWORK-WAN
http://herlin-modul.blogspot.com/2008/06/jaringan-hybrid-kabel-dan-nirkabel.html
http://alipasya.wordpress.com/2006/09/16/antena-directional/
http://abankportfolio.tripod.com/p_faq.htm
http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=284&fname=materi4.html
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/jaringan-komputer/perangkat-perangkat-lan-dan-wan